Cegah Pengeboman Ikan, Sat Polairud Intensifkan Patroli Laut di Perairan Moutong
Parigi, Tribratanews – Satuan Polisi Perairan dan Udara (Sat Polairud) Polres Parigi Moutong terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan laut dan kelestarian ekosistem Teluk Tomini. Hal ini dilakukan dengan menindaklanjuti laporan masyarakat terkait maraknya praktik illegal fishing, khususnya penangkapan ikan menggunakan bahan peledak atau pengeboman ikan yang merusak lingkungan laut, Selasa (16/09/2025).
Jajaran Sat Polairud bergerak melakukan penyelidikan sekaligus patroli laut sejak Kamis, 11 September 2025 hingga Senin, 15 September 2025. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kanit Gakkum Sat Polairud, Aipda Kade Muliartawan, S.H bersama personelnya, serta melibatkan komunitas pecinta laut di Kecamatan Moutong.
Sasaran patroli laut kali ini adalah wilayah perairan Moian, Kecamatan Taopa hingga perairan Pulau Lolayo, Kecamatan Moutong. Dalam kegiatan tersebut, petugas menyisir titik-titik rawan terjadinya aksi pengeboman ikan. Walaupun belum ditemukan pelaku illegal fishing secara langsung, kehadiran aparat di wilayah perairan menjadi bentuk pengawasan nyata sekaligus peringatan bagi oknum yang masih berniat melakukan tindakan merusak.
Kasat Polairud IPTU Gigih Winanda menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberi ruang bagi pelaku destructive fishing. Menurutnya, tindakan penangkapan ikan menggunakan bahan peledak sangat berbahaya, tidak hanya merusak terumbu karang dan ekosistem laut, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup nelayan dan masyarakat pesisir dalam jangka panjang.
“Sat Polairud berkomitmen menjaga laut Teluk Tomini dari berbagai ancaman. Kami akan terus melakukan langkah preventif dengan patroli rutin, preemtif melalui penyuluhan kepada nelayan, serta represif atau penegakan hukum terhadap siapa saja yang terbukti melakukan illegal fishing,” tegas IPTU Gigih.
Selain itu, masyarakat nelayan juga diingatkan untuk tidak tergiur dengan cara instan menangkap ikan menggunakan bom atau bahan berbahaya lainnya. Praktik seperti itu hanya merusak dan merugikan semua pihak. Sat Polairud membuka ruang komunikasi bagi warga yang ingin melapor jika menemukan adanya kegiatan penangkapan ikan dengan cara merusak.
Kerjasama antara kepolisian dan komunitas pecinta laut menjadi bukti nyata bahwa menjaga laut bukan hanya tugas aparat, melainkan tanggung jawab bersama. Dengan patroli rutin, pengawasan ketat, dan kesadaran masyarakat, potensi laut Parigi Moutong diharapkan tetap terjaga sehingga bisa diwariskan kepada generasi mendatang.
Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata dukungan Polres Parigi Moutong terhadap program prioritas pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian sumber daya laut serta mendukung pembangunan berkelanjutan di sektor perikanan.

