BID HUMASGeneralLatestNewsSATKER

Wakili Kapolda Sulteng, Direktur Binmas Hadiri Malam Anugrah Daya Saing Produk Pertanian 2024

Tribratanews, Palu – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Tengah (Sulteng) Irjen Pol Dr Agus Nugroho, S.I.K., S.H., M.H yang diwakili oleh Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Kombes Pol Dr Sirajuddin Ramly, S.H., M.H hadiri kegiatan malam Anugrah Daya Saing Produk Pertanian (ADSPP) 2024, Rabu 14/08/2024 malam, di Tanaris Coffe, Jalan Juanda, Kota Palu.

Acara tersebut dihadiri oleh Gubernur Sulteng yang diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Dr. Rudi Dewanto, S.E., M.M, Kadis TPH Provinsi Sulteng Nelson Metubun, S.P, unsur forkopimda, perwakilan BI Sulteng, para Kadis TPH Kabupaten dan Kota, stakeholder dan mitra kerja pertanian.

Acara tersebut merupakan komitmen dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Sulteng dalam mengapresiasi insan tani dan kelompok-kelompok tani yang berhasil menerapkan sistem jaminan mutu untuk mendapatkan produk pertanian yang diakui dengan sertifikasi pertanian organik dan sertifikasi G.A.P (Good Agricultural Practices).

Dalam kata sambutan Gubernur yang dibacakan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan mengatakan ADSPP ini baru yang pertama di Indonesia dan diharapkan dapat ditiru oleh daerah lainnya.

“Dari berbagai komoditi pertanian di Sulteng, durian Sulteng telah diakui dunia sebagai yang terbaik dengan tekstur dan cita rasa yang khas,” ucapnya.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan mengungkapkan, Pemprov Sulteng dan Kemenkomarves telah berkomitmen mendorong percepatan ekspor durian Sulteng ke Tiongkok lewat pelabuhan Pantoloan sebagai pintu gerbang pengiriman.

“Alasan Tiongkok dipilih sebagai tujuan ekspor utama, didasari data Badan Karantina yang menunjukkan volume ekspor durian Sulteng ke Tiongkok per Mei 2024 telah mencapai 600 Milyar Rupiah dengan total durian beku sebesar 5724 ton atau setara dengan 17.172 ton buah durian,” ujarnya.

“Bisa bapak ibu bayangkan dana yang besar berputar di daerah kita,” jelas asisten.

Masih kata asisten, dari beberapa Kabupaten, ada 3 yang potensial menjadi ‘lumbung’ durian yakni Parigi Moutong, Poso dan Sigi, sedangkan untuk pengembangan ke depan, ialah Donggala dan Tolitoli.

“Jadi bapak ibu yang punya passion di pertanian ini merupakan peluang besar. Dengan suksesnya ADSPP, saya berharap penyelenggaraan selanjutnya dapat melibatkan lebih banyak sektor lagi termasuk peternakan dan perkebunan,” tambahnya.

“Ini agar dikembangkan, tidak hanya pertanian tapi juga perkebunan dan peternakan yang ada dalam lingkup Kementerian Pertanian,” pungkasnya.(fn)