BID HUMASGeneralLatestNewsSATKER

Wakapolres Sigi Hadiri Pelantikan Banom DMI Sulteng di Dolo

Sigi, Tribratanews.sulteng.polri.go.id – Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Sigi yang diwakili Wakapolres, Kompol Kiky Khristina S.sos menghadiri acara launching pelatihan Da’i dan Imam yang dirangkaikan dengan Pelantikan Pengurus Badan Otonom (Banom) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sulawesi Tengah (Sulteng), Kamis (01/09/2022).

Turut hadir dalam acara tersebut yakni Kapolda Sulteng yang di wakili oleh Direktur Binmas Polda Sulteng, Kombes Pol Denny Jatmiko, Sekretaris DMI Sulteng Muchtar Ibnu Masud, Staf Ahli Bupati Bidang Hukum dan Politik Tony W Ponulele, MUI Sulteng, Pengurus DMI Sulteng dan DMI Kota Palu dan Kabupaten Sigi.

Selain itu, hadir pula Pengurus DMI Pusat, Ustadz Das’ad Latif yang memberikan tausiyah dalam pelantikan Pengurus Badan Otonomi DMI Sulteng tersebut.

Pelantikan Pengurus Badan Otonomi DMI Sulteng berlangsung di Pondok Pesantren Insan Cita Indonesia, Desa Kotarindau, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, Sulteng.

Pelantikan itu juga dirangkaikan dengan Peluncuran Pelatihan Dai dan Imam DMI Sulawesi Tengah.

Adapun pengurus Badan Otonomi DMI Sulteng yang dilantik antara lain Badan Koordinasi Majelis Taklim Berbasis Masjid (BKMTBM), Koorps Muballigah, Korps Muballig, dan Badan Pembina Taman Kanak-kanak Islam (BPTKI).

Koordinator Pelatihan Dai dan Imam DMI Sulteng, Ustadz Hartono M Yasin Anda menuturkan bahwa pelatihan Dai dan Imam akan dibuka dengan total 10 angkatan.

“Dalam satu tahun kita targetkan akan ada 10 angkatan yang mana perangkatan itu kita ambil waktu lebih kurang satu bulan lamanya kemudian berganti angkatan kedua dan seterusnya. Insya Allah 13 kabupaten kota di Sulawesi Tengah semua akan mendapat jatah dimana peserta kita harapkan peserta dari wilayah di Sulteng,” ujar Hartono M Yasin Anda.

“Alhamdulillah sesuai kapasitas tempat belajar, masjid dan sebagainya maka perangkatan jumlah maksimalnya akan kita latih sebanyak 80 peserta dan Insyaallah dalam satu tahun mulai 1 September 2022 kita akan memiliki waktu lebih kurang 800 orang dari pelatihan Dai dan Imam,” pungkas Hartono.

Sementara itu Wakapolres Sigi, menyampaikan bahwa Polri sendiri akan selalu mengawal dan membantu masyarakat khususnya kegiatan yang berkaitan dalam keagamaan seperti ini baik itu umat muslim, nasrani maupun agama lain.

“Hal ini tentunya untuk menjaga persatuan dan toleransi dalam beragama di tengah masyarakat, sebagaimana dalam tugas pokok kepolisian melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat,” ujarnya.

Pihaknya juga selalu support kegiatan apapun itu, selagi tidak menyebrang rel atau kaidah yang telah di ajarkan.

“Dengan tidak membedakan antara agama satu dan agama lainnya, bisa hidup berdampingan dan toleransi antar umat aman dan damai, dengan harapan dapat terciptanya Kamtibmas yang kondusif,” tutupnya.(fn)