POLRES TOUNA

Tragedi di Tojo: Pria Tewas Diduga Bunuh Diri Setelah Ditinggal Istri

TOJO UNA-UNA – Duka mendalam menyelimuti pedalaman Desa Kalemba, Kecamatan Tojo, setelah seorang pria Suku Wana bernama DLN (28) ditemukan tak bernyawa pada Selasa (16/09/2025). Ia diduga mengakhiri hidupnya karena depresi berat setelah ditinggal pergi oleh sang istri tercinta.

Kronologi Penemuan

Jasad DLN pertama kali ditemukan sekitar pukul 10.00 WITA oleh Ahmad Basori (54), seorang petani yang sedang dalam perjalanan pulang dari kebunnya. Di tengah kebun Dusun II, Ahmad melihat sesosok tubuh tergantung di pohon gamal. Ketakutan, ia bergegas kembali ke desa untuk meminta bantuan.

Kabar ini dengan cepat sampai kepada Ketua Adat Suku Wana, Jine (37). Bersama warga, Jine dan Kapolsek Tojo, IPTU I Gusti Lanang Mardika, segera menuju lokasi untuk mengevakuasi jasad DLN.

Kesaksian Keluarga dan Warga

Menurut keterangan saksi, DLN memang sudah menunjukkan tanda-tanda depresi sejak istrinya pergi. Ayah Jemon, Jine, dan Asmuliadi (38), saksi lain yang ikut mengevakuasi korban, menuturkan hal serupa.

Mereka mengatakan DLN sering mengeluh dan menyendiri. Jine bahkan mengaku beberapa kali mendapati DLN meminum cairan spiritus dan melarangnya. Perilaku aneh lainnya, Dilan pernah terlihat mengubur pakaian dalam milik istrinya, seolah tak rela melepaskan kenangan.

Temuan di Lokasi dan Pemeriksaan Medis

Saat ditemukan, dari mulut Dilan keluar busa berwarna biru, yang diduga berasal dari racun rumput jenis Gramoxon. Di sekitar lokasi, sisa cairan racun juga sempat terlihat di sebuah tempurung kelapa.

Pemeriksaan luar yang dilakukan oleh tim medis dari Puskesmas Uekuli menemukan adanya jeratan di leher dan cairan biru di mulut korban, tanpa ada tanda-tanda kekerasan fisik.

Satu temuan yang paling mengharukan adalah selembar foto usang yang terselip di dalam celana DLN. Foto itu memperlihatkan potret dirinya bersama sang istri, sebuah bukti cinta yang ia bawa hingga akhir hayatnya.

Proses Pemakaman dan Kesimpulan

Pihak keluarga, yang diwakili oleh Ketua Adat Jine, menerima tragedi ini sebagai musibah. Mereka menolak untuk dilakukan autopsi dan telah menandatangani surat pernyataan. Jenazah DLN kemudian dimakamkan di hutan sesuai dengan tradisi adat Suku Wana.

“Kasus ini murni dugaan bunuh diri akibat depresi,” tegas Kapolsek I Gusti Lanang Mardika. Polisi telah mengamankan barang bukti berupa seutas tali dan barang milik korban.