BID HUMASGeneralLatestNewsSATKER

Aparat Polairud Polda Sulteng menterjemahkan doa dalam perbuatan

Tribratanews, Palu – Rabu 08/03/23. Kegiatan berdoa bersama di pertengahan bulan Syaban dilakukan oleh personil Polda Sulteng yang diselenggarakan di masjid Ar Rahman Mapolda Sulteng. Doa bersama tersebut diikuti oleh berbagai perwakilan dari satuan kerja Polda Sulteng termasuk dari Mako Brimobda, Dit Samapta dan Dit Polairud yang bermarkas di desa Wani kabupaten Donggala Sulteng.

Tentu saja doa doa yang dipanjatkan pada dasarnya meminta ridha dari Allah SWT, sebagai yang memiliki semua dzat di alam raya ini. Intinya semua personil memohon agar diselamatkan di dunia dan di akherat kelak.

Untuk selamat di dunia dan akherat sebenarnya sangat ringan, hanya manusia yang memberatkanya. Apabila kita menyadari sepenuhnya untuk selamat di dunia sangatlah mudah, berbuatlah baik terhadap sesama dalam arti yang luas sebagai bentuk Hablu minannas, dan lakukanlah dialog dengan Tuhan setiap saat berupa sembahyang dan doa. Apabila itu dilakukan secara konsekwen maka sudah pasti dijamin bahagia di dunia dan bahagia di akherat kelak.

Seperti personil Dit Polairud Polda Sulteng yang melakukan doa bersama, sekembalinya dari Mapolda mereka harus menempuh jarak kurang lebih 25 Km. Kebetulan cuaca hujan sehingga laju kendaraan dinas pelan pelan untuk menghindari kecelakaan. Namun tiba tiba di wilayah Pantoloan terjadi kecelakaan, dimana truk pengangkut semen milik perusahaan kontruksi beton menghentikan atau melakukan pengereman karena ada kecelakaan antar roda dua di depanya. Namun ternyata pengendara roda dua yang berada di belakang truk terlalu dekat dan tidak dapat mengendalikan kendaraanya akhirnya menabrak truk pengangkut semen tersebut. Sontak saja seluruh personil Dit Polairud langsung turun dari kendaraan dinas untuk mengatur lalu lintas dan menolong korban kecelakaan.

Walaupun diguyur hujan personil tidak mempedulikanya, yang ada hanya ingin menolong korban agar segera di tangani oleh tenaga medis. Setelah mengatur lalu lintas, aparat langsung membawa korban ke Puskesmas Pantoloan untuk dilakukan tindakan medis.

Itulah doa dalam doa, mereka menterjemahkan doa untuk selamat dunia dan akhirat dengan cara menolong korban kecelakaan tanpa pamrih, spontanitas dan tidak mempedulikan guyuran hujan. Mudah mudahan kejadian ini dapat menjadi hikmah bagi kita semua. (DA)